Monday, 1 December 2014

Selemah itu.

Diam sejak dulu menjadi benteng pertahananku agar air mata dapat ku tahan. Tetapi semenjak aku belajar lebih terbuka, belajar mengemukakan apa yang kurasa pada mereka, maka dampaknya air mata mudah jatuh tak dapat tertahan. Aku kini bahkan mudah menangis di hadapan orang-orang. Ha ha memalukan, memang! Iya, aku selemah itu.