Wednesday, 19 November 2014

Tentang yang Aku Tulis

Menulis bagiku, entah itu di twitter atau blog seperti ini, seringnya adalah sebagai caraku untuk menasihati diri sendiri. Caraku menjadi orang lain untuk menasihati diriku yang sedang bedegong dan bermasalah. Tetapi memang, ada kalanya ketika aku ingin menulis saja. Entah itu memang teralami olehku ataupun tidak. Ada kalanya, hasil mengamati orang lain di sekitar juga bisa aku jadikan tulisan.

Ingin rasanya blog ini ku jadikan sebagai tempat merapikan kenangan. Tempat sebagai bukti perjuangan. Jadi suatu saat nanti, ketika sudah punya suami dan anak, blog ini sebagai bukti perjuanganku menjadi seorang Ibu yang sehebat itu. Hanya saja, aku belum sanggup untuk konsisten, dan memang ada beberapa hal yang seharusnya tidak ku bagi. ;')

Ahh jadi melebar kemana-mana. :D Inti dari postingan ini sebenarnya adalah jika, ya jika ada yang beranggapan postingan-postinganku di blog atau kicauan-kicauanku di twitter adalah untuk menggurui, itu tidak sama sekali. Juga jika ada yang menganggap bahwa semua postinganku dan kicauanku adalah sebenar-benarnya apa yang kurasa, itu juga tidak benar. So, don't take my posts and tweets too serious. =))

Tuesday, 4 November 2014

Tuhan memang sutradara dan penulis skenario yang hebat.


Kita -ah lebih tepatnya saya- seringkali mendambakan kehidupan seperti film-film atau novel-novel yang memiliki akhir bahagia, misalnya saja drama Korea. Lantas hal tersebut ditepis dengan sendirinya karena anggapan bahwa itu tak akan terjadi, mengingat cerita dalam drama Korea hanya fiksi belaka yang berakhir bahagia demi memuaskan keinginan para penikmat belaka. 

Tetapi kemudian saya menyadari bahwa cerita pada drama korea tersebut sesungguhnya hanyalah skenario seorang manusia biasa. Skenario dari seseorang yang tak pernah luput dari dosa dan salah, juga tentunya jauh dari sempurna. Sedangkan, penulis skenario kehidupan saya adalah Dia yang Maha Hebat dan sempurna. Dia pula yang menciptakan para penulis skenario film yang saya tonton dan novel yang saya baca. Dia penyebab bumi berputar pada sumbunya yang mengakibatkan adanya siang dan malam. Sesungguhnya pula segala kehebatan dan keajaiban di luar logika kita manusia seperti yang terjadi di dalam tubuh kita adalah atas skenarionya. Bahkan daun kecil yang jatuh pun adalah skenarionya. Maka kemudian saya berpikir, cerita kehidupan saya tentunya jauh lebih indah dan bahagia jika dibandingkan dengan cerita-cerita yang ada pada drama korea. Tentu, karena penulis skenario  kehidupan saya adalah Tuhan yang Maha Sempurna. Ya.. Tuhan memang sutradara dan penulis skenario kehidupan yang hebat. ;")