Monday, 1 December 2014

Selemah itu.

Diam sejak dulu menjadi benteng pertahananku agar air mata dapat ku tahan. Tetapi semenjak aku belajar lebih terbuka, belajar mengemukakan apa yang kurasa pada mereka, maka dampaknya air mata mudah jatuh tak dapat tertahan. Aku kini bahkan mudah menangis di hadapan orang-orang. Ha ha memalukan, memang! Iya, aku selemah itu.

Wednesday, 19 November 2014

Tentang yang Aku Tulis

Menulis bagiku, entah itu di twitter atau blog seperti ini, seringnya adalah sebagai caraku untuk menasihati diri sendiri. Caraku menjadi orang lain untuk menasihati diriku yang sedang bedegong dan bermasalah. Tetapi memang, ada kalanya ketika aku ingin menulis saja. Entah itu memang teralami olehku ataupun tidak. Ada kalanya, hasil mengamati orang lain di sekitar juga bisa aku jadikan tulisan.

Ingin rasanya blog ini ku jadikan sebagai tempat merapikan kenangan. Tempat sebagai bukti perjuangan. Jadi suatu saat nanti, ketika sudah punya suami dan anak, blog ini sebagai bukti perjuanganku menjadi seorang Ibu yang sehebat itu. Hanya saja, aku belum sanggup untuk konsisten, dan memang ada beberapa hal yang seharusnya tidak ku bagi. ;')

Ahh jadi melebar kemana-mana. :D Inti dari postingan ini sebenarnya adalah jika, ya jika ada yang beranggapan postingan-postinganku di blog atau kicauan-kicauanku di twitter adalah untuk menggurui, itu tidak sama sekali. Juga jika ada yang menganggap bahwa semua postinganku dan kicauanku adalah sebenar-benarnya apa yang kurasa, itu juga tidak benar. So, don't take my posts and tweets too serious. =))

Tuesday, 4 November 2014

Tuhan memang sutradara dan penulis skenario yang hebat.


Kita -ah lebih tepatnya saya- seringkali mendambakan kehidupan seperti film-film atau novel-novel yang memiliki akhir bahagia, misalnya saja drama Korea. Lantas hal tersebut ditepis dengan sendirinya karena anggapan bahwa itu tak akan terjadi, mengingat cerita dalam drama Korea hanya fiksi belaka yang berakhir bahagia demi memuaskan keinginan para penikmat belaka. 

Tetapi kemudian saya menyadari bahwa cerita pada drama korea tersebut sesungguhnya hanyalah skenario seorang manusia biasa. Skenario dari seseorang yang tak pernah luput dari dosa dan salah, juga tentunya jauh dari sempurna. Sedangkan, penulis skenario kehidupan saya adalah Dia yang Maha Hebat dan sempurna. Dia pula yang menciptakan para penulis skenario film yang saya tonton dan novel yang saya baca. Dia penyebab bumi berputar pada sumbunya yang mengakibatkan adanya siang dan malam. Sesungguhnya pula segala kehebatan dan keajaiban di luar logika kita manusia seperti yang terjadi di dalam tubuh kita adalah atas skenarionya. Bahkan daun kecil yang jatuh pun adalah skenarionya. Maka kemudian saya berpikir, cerita kehidupan saya tentunya jauh lebih indah dan bahagia jika dibandingkan dengan cerita-cerita yang ada pada drama korea. Tentu, karena penulis skenario  kehidupan saya adalah Tuhan yang Maha Sempurna. Ya.. Tuhan memang sutradara dan penulis skenario kehidupan yang hebat. ;")

Monday, 13 October 2014

Bakat dari orok

Memiliki nada bicara yang tinggi disertai ekspresi wajah yang kurang bersahabat sangat tidak menyenangkan. Maksud hati bukan marah-marah, sungguh biasa saja, tapi yang terlontar seperti marah. Maluuuu dan merasa sangat bersalah. :" Teman-teman dekat saya paham akan hal itu dan mungkin mereka bisa menerima, tetapi orang lain tentu berbeda. Banyak orang yang pasti sudah terluka oleh nada bicara ini. Ahh.. Maafkaaan :'((

Meskipun "bakat" ini mungkin bawaan dari sejak orok, tapi saya masih dan akan terus berusaha untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan "bakat" ini kok.. Sungguh!

Tuesday, 30 September 2014

Ia Bernama Hati

Hati ini terkadang lucu, tetiba sakit oleh hal yang tak bersalah bahkan tak tahu apa-apa. Misalnya, ketika hati menginginkan A, tetapi hati tak berusaha untuknya, kemudian ia kecewa begitu saja. Haha kecewa akan ulahnya. Tak masuk logika.

Mau menyalahkan? ah percuma saja.Yang bisa dilakukan mungkin hanya mensinkronkan hati dengan otak, si pengendali segala. Semoga hati tak keras kepala.

Tuesday, 23 September 2014

No title needed

Alhamdulillah.. Semoga bisa terus seperti ini. Denganmu atau bukan, itu masalah belakangan. Yang penting saya bisa terus seperti ini. Ini salah satu mimpi saya. Kembali berhusnudzon, percaya pada LoA, memperbaiki dan memantaskan diri. Jika pada akhirnya kamu hanya sebatas perantara, itu sungguh tak mengapa. Semangaaaat!

Thursday, 18 September 2014

(bukan) Pulang

Ketika orang-orang menulis artikel mengenai kata pulang, maka aku kebalikkannya. Pergi? Entahlah. Yang jelas, aku ingin seperti orang-orang, menulis artikel pulang.

Aku lahir, dibesarkan dan tinggal di kota Tasikmalaya hingga sekarang. Belum memiliki kesempatan bagaimana rasanya kota Tasikmalaya aku jadikan tempat pulang. Bukan, bukan aku ingin melupakan. Melainkan aku ingin Tasikmalaya menjadi kota yang selalu aku rindukan. Ya, kamu tahu maksudku. Sesuatu akan terasa lebih berarti ketika kamu tak bersamanya lagi, bukan?

Kebersamaanku selama ini dengan Tasikmalaya membuat Tasikmalaya terlihat hanya sebagai kota biasa. Padahal itu tak semestinya. Tasikmalaya bukan kota biasa, seperti kata orang-orang.

Aku ingin memiliki kesempatan untuk merindukan, lalu pulang..

Sunday, 3 August 2014

I am blessed. ;")

Hai blog! Memiliki banyak teman yang sejalan denganmu tentulah hal yang menyenangkan dan sangat patut disyukuri. Alhamdulillah, untuk urusan pertemanan, hingga saat ini saya merasa terberkati. Saya tentu bukan orang yang sempurna  untuk dijadikan sebagai seorang teman, tapi entah bagaimana nyatanya saya memiliki kalian.

Keluarga KKN Sindangsono, terima kasih tak terhingga. Ah.. Terlalu banyak cerita yang telah kita ukir bersama. Intinya bersama kalian, saya bahagia.

Teman-teman semasa SMA, khususnya teman-teman tempat berbagi tangis dan tawa, tentunya rasa terima kasih ini tak akan pernah cukup. Tapi percayalah, rasa syukur karena telah dipertemukan dan menjadi bagian dari kalian tak akan sirna. Semoga do'a dari ibunya Ulfah, ibu Susi yang rumahnya selalu kami repotkan: "teman sepanjang masa" adalah termasuk salah satu dari sekian do'a baik yang Allah kabulkan. Aamiin.

The point is thank you guys for being my real friends. I am super duper happy to have ya all!

Saturday, 10 May 2014

why me

Kamu tahu? aku tidak sekuat kamu, tapi mengapa yang jadi aku itu aku, bukan kamu saja?  Katanya, jika ada orang yang diberi cobaan berat, berarti orang itu kuat. Izinkan aku mengatakan sesuatu padamu; aku tidak ingin menjadi orang kuat. 
 
Just wanna escape from this reality so damn much. and I wanna ask "Why Me?" but I have no rights for that. ;'( ;'( ;'( ;'(

Wednesday, 5 February 2014

Belajar Menerima!

"Bukan hanya dia saja yang memiliki sifat tidak kamu suka, melainkan kamu juga."
"Kamu pun sama seperti dia yang tidak kamu suka; memiliki sikap yang orang lain tidak suka."

Ya, semua orang termasuk aku, kamu, dia dan mereka pastilah memiliki minimal satu saja sikap yang tidak disukai oleh orang lain. Jadi, berhentilah merasa sakit hati oleh orang lain atas sikapnya yang tidak kamu suka, dan mulailah belajar menerima!

Ah tentu, mulailah juga belajar menerima kenyataan bahwa di luar sana ada orang yang tidak menyukai kamu tidak tahu mengapa,tanpa alasan. "Not everyone is going to like you, accept it!"