Wednesday, 25 September 2013

untitled

Saya sedang mencoba untuk menikmati masa-masa menjadi seorang mahasiswi; menikmati mengerjakan tugas dengan pasti, menikmati jantung yang berdegup lebih kencang ketika akan bertemu dengan dosen yang disegani atau ketika akan presentasi, dan menikmati waktu bersama teman-teman tertawa sepenuh hati. Tak lupa, saya juga mencoba untuk menikmati sensasi terburu-buru karna terlambat. Semua itu saya lakukan karena saya merasa waktu ini berjalan begitu cepat, dan tak akan lama lagi saya akan berada pada posisi yang merindukan masa-masa sekarang ini dengan amat sangat. Jadi, semangat! ;))

Sunday, 22 September 2013

tunagrahita dan autis

Sedang berburu informasi dari mbah google untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus tentang anak tunagrahita dan nemu kata-kata ini: "Setiap manusia memiliki hak untuk hidup, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Demikian juga, dengan anak-anak Tunagrahita. Mereka tidak pernah ingin dilahirkan sedemikian rupa, memiliki tubuh yang perkembangannya tidak normal dan IQ yang jauh dibawah rata-rata." Well, I cry a lot. Dan kalimat itu membuat saya berpikir sekali, betapa saya kurang bersyukur dengan keadaan sekarang ini jika dibanding mereka, atau bahkan keluarga mereka. Dan betapa malu sekali saya ini, karena tidak sedikit dari anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut mampu meraih prestasi jauh di atas saya.

Lalu saya teringat beberapa waktu lalu, ketika SMA saya beserta teman-teman saya sering kali menggunakan kata-kata "autis" untuk bahan lelucon jika di antara kami berperilaku aneh. Sekarang saya merasa berdosa sekali dan juga bodoh. Tidak memikirkan perasaan orang tua yang memiliki anak autis. Padahal saya pun belum tentu lebih baik dari anak-anak autis tersebut. Ah ya, semoga ke depannya kita bisa memiliki rasa malu terhadap orang-orang yang berkebutuhan khusus, bukan malah menjadikan lelucon atau bahan tertawaan.

Sunday, 15 September 2013

I remember one thing

Ketika saya merasa tidak dianggap, atau merasa disepelekan oleh orang yang belum mengenal saya, sudah dapat dipastikan itu terjadi karena saya pernah -baik sengaja maupun tidak- menganggap tidak ada atau menyepelekan orang lain yang belum saya kenal. Astaghfirullohaladzim...

Tuesday, 30 July 2013

twenty

To be honest, I am more afraid of growing old than anything else. But ya, the day always come. Say happy birthday to me! Now, i'm 20. Yep, i'm 20 but i've done nothing. Buuuut InshaAlloh I really know what I'm gonna be, and where i'm gonna go. I wanna help people, wanna make them -people around me- happy. Wanna be a better and better and better person than a day before or even an hour before. 

Someday, if someone ask "Who are you?" or "Who is Heryanti?" the answer will be "Heryanti is a successful person, successful daughter, successful wife, successful mom, successful teacher, successful entrepreneur and a lovely friend." Can I get an AAMIIN, please? *puppy eyes*

Friday, 1 February 2013

Untuk Kamu dan untuk Aku


Kamu lahir di Indonesia, minum airnya, nginjak tanahnya, menghirup udaranya, makan daging dan sayurnya. Kemudian ketika Indonesia punya sisi negatif, kamu hanya akan pergi dan mencaci?

Aku menulis ini, bukan berarti aku sudah mampu menciptakan kebaikan untuk Indonesia. Bukan pula berarti aku yang paling mencintai Indonesia. Tapi aku menulis ini sebagai pengingat untuk diri sendiri. Jadi jangan dulu keburu nyinyir dengan berkata, "emang situ nggak pergi dan mencaci?". ;'))

Thursday, 10 January 2013

Kematian


Selamat malam. Malam ini saya kembali diingatkan tentang suatu kepastian yang mutlak. Iya, tentang kematian. Betapa kematian bisa datang kapan saja. Betapa kematian kadang tak diundang, baik oleh  yang meninggalkan maupun keluarga yang akan ditinggalkan. Betapa kematian bukan merupakan hal yang tabu lagi tetapi tetap saja masih mampu menyisakan tangisan. Betapa kematian menimbulkan kerinduan yang mendalam baik dari anak kepada ibunya maupun ibu kepada anaknya. Ah ya, betapa kematian sangat dekat dengan semua insan yang dititipi nyawa oleh Tuhan. Kita.

Jika ternyata saya mendapatkan giliran lebih dulu untuk bertemu dengan kematian, akankah saya dirindukan? Akankah saya dikenang? Dikenang karena apa? Kebaikannya atau malah keburukannya? Akankah saya masih tetap dianggap keberadaannya, setidaknya di hati kalian?

Semoga kelak, jika saya bertemu dengan kematian, saya telah mengukir cerita indah di dunia. Saya telah menggoreskan kenangan bahagia di masing-masing hati kalian. Tentu, maafkan segala sikap menyebalkan dan egoisnya saya. ;')

Dan jika kalian merindukan saya, kalian bisa membaca tulisan dan foto-foto yang saya pajang di dunia maya. Khususnya di blog ini. ;')