Sunday, 16 December 2012

Goodreads


Saya merasa beruntung sekali diberikan jalan untuk membuat akun di goodreads. Ya, mau mengatakan saya cupu juga boleh, karena saya memang baru gabung di goodreads September 2012, sedangkan yang lain sudah gabung dari tahun 2008 atau bahkan malah ada yang sebelumnya. Sebenernya saya cukup sering juga sih masuk ke goodreads, hanya karena ketika mencari rekomendasi buku bagus, google menyuruh saya ke goodreads. Tapi entahlah saat itu saya tidak diberikan ketertarikan untuk mempunyai akun. Hingga suatu saat, di facebook -iya, saya masih suka ngecek facebook-, ada saudara yang meng-invite agar saya bikin akun di goodreads. Saya pun tanpa berpikir panjang langsung sign up. Dan ternyata saya begitu senang goodreads. Alhamdulillah, saya tidak dibiarkan lebih lama lagi dengan ketidaktahuan terhadap goodreads. Ya meskipun masih belum aktif-aktif banget di goodreads, juga belum sanggup punya goal buku yang dibaca akan seabreg seperti teman-teman lainnya, tapi segini saja sudah alhamdulillah. Dan saya rasa, goodreads juga bisa meningkatkan minat baca sih. Ayook, bikin akun juga di goodreads, dan add teman yang minat bacanya tinggi agar bisa tertular juga! 

Friday, 16 November 2012

Punya Rumah Baru

Maafkan blogger pemalas ini yang punya rumah 1 aja nggak diurus, ini malah bikin rumah baru lagi di SINI. Alasan kenapa bikin rumah di wordpress adalah karena ternyata sekarang wordpress banyak sekali perubahan. Tampilannya jadi mirip tumblr, pun temanya. Ya udah kenapa nggak di tumblr aja sekalian? Eits, jangan salah, aku punya rumah juga kok di tumblr. Tapi rasa-rasanya rumah di sana untukku sih cocok buat reblog-reblog-in foto sama quotes yang bagus aja, bukan buat nge-post tulisan random aku. Hmm, kalau boleh jujur-jujuran nih ya, sebenarnya 3 tahunan yang lalu sebelum ber-rumah di blogspot ini, sempat juga punya rumah di wordpress, ya tapi itu jaman duluuuuuu sekali, jaman kelas 1 SMA, pertama kali mengenal blog. Jadi malas lah kalau harus membuka kenangan lama. Mending buka lembaran baru dengan rumah baru, 'kan?. Okedeh intinya aku mau bilang, silakan bertamu ke rumahku yang mana saja. Maunya aku sih, kalian harus sering-sering bertamu ke semua rumahku, ya? ;'))

Sunday, 11 November 2012

Bakat dan Minat

Saya fikir enak sekali ya orang yang sudah tahu bakat dan minatnya apa. Sudah tak perlu bingung lagi mau mengembangkan apa yang ada di dirinya. Mereka tinggal mengembangkan bakat dan minat mereka. Sedangkan bagi orang-orang yang belum mengetahui bakat dan minatnya, kasihan sekali. Mereka mau mem-push their self juga gimana, kan belum tau yang mau di push nya apaan. Seperti saya gitulah. Saya masih bingung saya punya bakat dan minat di bidang apa. Karena ketika saya menyukai sesuatu, biasanya saya juga suka gampang tidak menyukainya lagi. Terus nanti suka lagi, terus nggak suka lagi. Ya gitu, saya juga bingung sih.

Tuesday, 6 November 2012

Perbincangan di Hotel Pordeo

Sebenarnya ini tugas PBSI, disuruh bikin cerpen yang tenornya zero. Tapi cerpen yang aku buat ini entah benar bertenor zero atau tidak..

***

“Lucu sekali ternyata saya memang belum sehebat itu sehingga saya bisa berakhir di sini. Di hotel yang hina ini, hotel pordeo”, kata Rusdi sambil berkacak pinggang. Ia tak henti menggelengkan kepalanya tanda masih belum percaya. “Ckckckck”.
“Haha saya lebih sial bung Rusdi, saya baru beberapa kali melakukan hal ini, tapi harus berakhir di sini juga bersamamu. Bersama koruptor kelas kakap yang mungkin sudah korupsi lebih dari 5 milyar, kan?”  Andi angkat bicara.
“Jangan sok tahu bung Andi, bahkan mungkin kalau dijumlah-jumlah saya sudah korupsi lebih dari 8 milyar. Karena dari jaman fir’aun pun saya sudah korupsi hahaha hahaha,” bantah Rusdi, “makanya saya heran, setelah berbelas-belas tahun saya korupsi, dan selama itu pula saya berhasil, selalu bisa lolos dari hambatan yang ada, saya ternyata bisa berakhir di sini juga.” Rusdi memegang keningnya dan masih menggelengkan kepalanya.
“Itulah, hukum di negeri ini memang  tidak adil. Saya dan bung Andi yang baru jadi koruptor junior, mengapa bisa sekamar denganmu di sini, dan diperlakukan sama? Itupun alasan saya korupsi adalah karena memang keuangan saya sedang benar-benar terjepit. Murni karena itu, bukan karena seperti bung Rusdi ini yang melakukannya karena hobi.” Seru Adipati heboh. “Lagi pula saya bisa memastikan saya melakukan praktik itu hanya untuk saat itu saja, selebihnya saya berjanji saya tak akan mengulanginya. Tapi dasar sial..” terdengar nada parau yang keluar dari mulutnya. Adipati ini memang terlihat lebih “waras” dari kedua temannya.
“Omong kosong bung Adi, sekali korupsi tidak ketahuan, maka selanjutnya akan korupsi lagi, lagi dan lagi sampai kamu meninggal atau berakhir di sini. Seperti itulah yang terjadi dengan saya. Saya memulainya dari beberapa juta saja, kemudian semakin membesar dan membesar, hingga mencapai milyaran. Ah tunggu, sepertinya saya bahkan memulainya dari kecil. Mengambil untung pembelian buku pelajaran dari orang tua. Ya, ternyata Rusdi kecil pun sudah jadi koruptor haha.”
“Sial kamu Rusdi. Lihat? Bisa-bisanya saya berada dalam satu kamar dengan koruptor kelas kakap. Hukum di negeri ini ketidakadilannya begitu parah.” Adipati meninjukan kepalan tangannya pada tembok penjara.
“Memang, perbandingan jumlah uang yang di korupsi tidak sebanding dengan perbandingan masa tahanan. Ya, seperti itu. Makanya kalian rugi, bung Andi baru korupsi 2 milyar bukan? Dan bung Adipati baru korupsi  1 milyar? Tapi lihat, kalian nyatanya berakhir sama dengan si Rusdi ini. Perbedaan waktu kurungan kita hanya beberapa tahun saja tak sebanding dengan perbedaan jumlah uang yang masing-masing kita korupsi.” Ada senyum yang mengisyaratkan tanda puas tergambar dari bibir Rusdi. Entah apa maksudnya.
Sejenak obrolan panas mereka disisipi keheningan yang mendalam. Nampaknya mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kecuali Rusdi, ia malah semakin tersenyum lebar melihat teman-temannya yang berada dalam kebingungan seperti itu.
Adipati duduk di ranjang tempat tidurnya yang reyot, ia menenggelamkan kepalanya pada bantal. “Arrrghh…!”, erang Adipati. Teriakkannya tidak begitu jelas terdengar karena mulutnya yang masih bersembunyi di bantal. Hanya jelas sekali terdengar kekecewaan, kesedihan, dan keputusasaan dalam nadanya.
“Parah sekali hukum di negeri ini! Saya tak habis pikir.” Andi yang sebelumnya hanya menyimak kecuali saat awal-awal pembicaraan, kembali angkat bicara.
“Kalian baru sadar, hah? Saya sudah benar-benar sadar dari dulu. Itulah sebabnya saya lebih memilih jadi orang jahat yang benar-benar jahat. Tidak seperti kalian yang jahat setengah-setengah. Di negeri ini bung, kalau mau jahat ya jahat sekalian, kalau mau baik ya baik sekalian. Sudah terlihat jelas kan, yang setengah-setengah selalu merugi karena disamakan dengan yang benar-benar jahat.”
 “Hahaha tahu apa kalian soal hukum di negeri ini, hah?” seru salah satu penjaga dengan tiba-tiba mengagetkan ketiga koruptor itu. Ternyata penjaga yang dari bajunya terlihat bernama Herman sudah menguping pembicaraan antara Rusdi, Andi dan Adipati sejak tadi bersama seorang temannya yang juga penjaga –dari nama dibajunya ia bernama Widianto. “Kami sudah bertahun-tahun bekerja di sini, sudah banyak makan asam garam dunia hukum. Banyak penjahat yang mulai dari kelas teri hingga kelas kakap pernah saya temukan di sini. Jadi, kalian jangan sok tahu dan merasa paling diberlakukan tidak adil oleh hukum negeri ini.” Lanjut Herman masih dengan  suara yang menggelegar.
“Herman benar, dan temanmu Rusdi juga benar. Bahkan ada banyak penjahat kelas teri yang hanya mencuri ayam, atau bahkan sandal capit, mereka dijatuhi hukuman 3 tahun. Sedangkan kalian yang mencuri uang rakyat bermilyar-milyar hanya belasan tahun. Jadi, kamu Adipati dan Andi, jangan merasa paling sial karena telah dicurangi oleh hukum negeri ini, nyatanya ada yang lebih diperlakukan tidak adil oleh hukum negeri kalian ini!”. Timpal Widianto dengan penuh wibawa. Sepertinya hal-hal seperti itu sudah cukup sering menimpa mereka, hal itu bisa terlihat dari gaya bicara Herman dan Widianto yang sangat tenang.
“Haha camkan baik-baik di otak kalian!” Lanjut Widianto sambil berlalu pergi dan kemudian disusul oleh rekannya, Herman. 


***

Kalian ngerasa cerpen ini "nggak puguh" ujungnya, nggak? Sukur deh kalo ngerasa. Atau malah nggak puguh dari awal? Hahaha jangan lah ya kalo dari awal teuing mah ;))

Friday, 2 November 2012

Pengaruh Tontonan dan Bacaan

Mungkin nggak sih, keirian dan keluhan seseorang salah satu penyebabnya adalah dari tontonan/bacaan? Mereka terlalu banyak nonton/baca cerita yang berujung happy ending, jadinya mereka pun iri terus ujung-ujungnya ngeluh karena nyatanya kehidupan mereka sangat jauh dari apa yang ditonton/dibaca oleh mereka. Mungkin nggak? Ya meski mereka sudah sangat tahu bahwa cerita yang ada di film/novel memang hanya fiksi, tapi selalu saja bisa menimbulkan efek yang menjadikan mereka ingin seperti itu --setidaknya untuk aku.

Friday, 12 October 2012

Tell Me Your Wish

Post ini ditulis dalam rangka giveaway–nya mba Nana di Tell Me Your Wish.
Bicara soal wishlist buku-buku saya sih, gak bakal tamat-tamat.  Numpuk banyak banget di account toko buku online. Yang menyebabkan ke-numpuk-an itu tiada lain dan tiada bukan adalah karena dananya yang minim. Maklum dompet mahasiswi :D untuk beli 1 buku pun harus menyisihkan uang dari jatah uang jajan beberapa hari, karena malu juga sih lama-lama minta uang terus-terusan (di luar uang jajan dan kuliah) ke orang tua *cieeee. Ya gitu, makanya saya sangat  berharap bisa menang di giveaway ini ;'))
Tentu, bagi teman-teman yang suka buku juga dan ingin punya buku tapi dananya minim, teman-teman bisa ikut giveaway ini. Giveaway ini membebaskan kita (calon pemenang) untuk memilih buku yang jika dijumlahkan harganya tidak lebih dari Rp 120.000,-. Sangat menarik, kan? Ayok ikutan! dan dapatkan informasi lebih lengkapnya di sini.

Ya, meskipun wishlist buku-buku saya memang banyak sekali, tapi ada beberapa buku yang berada di urutan pertama dan kedua di wishlist saya, itu artinya ke-2 buku itu benar-benar ingin saya dapatkan. Buku-buku tersebut adalah:

  1. Mimpi Sejuta Dolar oleh Alberthiene Endah
Saya benar-benar sedang membutuhkan motivasi saat ini. Motivasi untuk bisa mandiri dalam hal financial seperti Merry Riana yang mampu mencapai kebebasan financial di umurnya yang ke-26 tahun. Sebenarnya, sudah lama pula sih saya ingin membeli buku ini, tapi selalu saja uangnya terpakai oleh kebutuhan-kebutuhan yang lain. Hasil review orang-orang pun menyatakan kalau buku ini memang bagus dan gaya bahasa mbak AE yang terkesan tidak menggurui.  Saya rasa buku ini  sangat cocok dengan kebutuhan saya. Di goodreads juga buku ini mendapatkan rating yang cukup bagus. Saya sungguh berharap bisa mendapatkannya dari mba Nana :D. Harga buku ini sebelum diskon Rp 63.000,- terdapat di toko buku-toko buku  termasuk toko buku online.


  1. Ayahku (bukan) Pembohong oleh Tere Liye
Setelah membaca novel Negeri Para Bedebah, saya menjadi ketagihan untuk membaca novel-novel Tere Liye yang lainnya. Saya menjatuhkan pilihan pada Ayahku (bukan) Pembohong. Meskipun saya kurang suka dengan covernya, tapi bukannya “Don’t judge a book by its cover”, kan? :D Novel ini mendapatkan rating yang cukup bagus di goodreads, 4.02 . Novel ini juga membahas tentang seorang ayah, hal yang menurut saya jarang di lakukan oleh penulis kebanyakan. Biasanya kebanyakan penulis  lebih memilih sosok Ibu untuk di ceritakan. Saya sangat percaya bahwa novel  ini akan mendapatkan 5 bintang dari saya dan saya juga percaya kalau saya akan sangat puas setelah membaca novel  ini, seperti halnya ketika saya membaca novel Negeri Para Bedebah. Harga buku ini sebelum diskon Rp 45.000,- bisa didapatkan di toko buku-toko buku termasuk toko buku online.


Semoga saya bisa mendapatkan ke-2 buku ini, karena saya sangat ingin membacanya. Tak lupa, terima kasih kepada mba Nana yang mengadakan giveaway ini :'))

Wednesday, 10 October 2012

You're My First

Postingan kali ini dalam rangka penitipan sih sebenernya. Karena yang nulis ini sama sekali bukan saya, tapi Devi Andriani untuk seorang cowok, katanya. Jadi maaf kalau sedikit agak-agak galau ya ;D
***

You’are my First
Baru kali ini bener-bener putus sama yang satu ini. Pacar pertama aku, dengan hubungan yang sering putus-nyambung dan setelah diakumulasikan waktu kita pacaran termasuk masa-masa putusnya adalah 4tahun 10bulan. Pertama kalinya aku bisa bertahan putus sama dia sampai 2bulan kayak gini. Pertama kalinya berhenti nangis saat putus sama dia. Miris memang, pacaran selama itu harus kandas ketika aku berada dipuncak kejenuhan. Abis dianya gak bisa ngerti, harus terus aja aku yang ngikutin apa yang dia mau. Aku pacaran sampai 4tahun ini tuh pacaran LDR, long distance relationship. Konyol memang, ketemu jarang tapi pacaran bisa selama itu. Faktor hati sih kata orang. Hahaha. Temen-temen aku yang sering dengerin cerita aku sama dia sampai-sampai menganggap pacaran aku sama dia kayak sinetron katanya. Setiap aku nyeritain tentang pacarku itu, mereka suka nanya duluan ‘Session keberapa cerita yang sekarang?’. Saking banyaknya tuh cerita aku sama dia. Hhe
                Waktu 4tahun 10bulan itu kalo harus dibikin seri bukunya kayaknya gak akan muat dengan 4buku aja. Hhe. Cerita pertama kenalnya, pertama dia nelpon, pertama dia bilang sayang, pertama diselingkuhin, pertama berselingkuh, pertama dikasih barang, pertama ngomong sama calon mertua, pertama dimarahin calon kaka ipar, dan pertama-pertama lainnya yang bakal ngabisin ribuan lembar kertas yang amat sangat berkesan sebagai tanda berwarnanya kehidupan aku. Terimakasih banget buat dia yang selalu membuat hidup aku berwarna, selalu membuat hati aku terbolak-balik, selalu membuat mood aku naik-turun, selalu membuat aku malas belajar atau malah sebaliknya, selalu membuat aku sangat semangat belajar. Dari dia aku belajar kasih sayang, kasih sayang yang tulus, bahwa memberi tak harus menerima, bahwa ikhlas berbuah kebahagiaan, bahwa menyayangi adalah suatu kewajiban, bahwa Alloh adalah Maha segalanya, dan bagi aku dialah segalanya setelah aku menyayangi Alloh dan kedua orang tuaku.
                Tapi hanya ada satu hal yang paling aku benci dari dia, dia itu terlalu menyayangi aku. Aku hanya ingin dicintai secara sederhana. Aku berasa tak berhak menerima perlakuan seperti ini dari makhluk sempurna seperti dia. Aku sadari akhir-akhir ini, rasa yang aku miliki untuknya malah cenderung seperti mengidolakannya padahal kita jarang sekali bertatap muka. Mengagung-agungkan kesempurnaanya, sekalipun aku diajarkannya bahwa tak ada manusia yang sempurna. Namun dimataku dialah pengecualiannya. Dia begitu sempurna, baik fisik maupun hati. Karena itu juga aku merasa terlalu berharap banyak untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna sesempurna dia. Ternyata Alloh berkehendak lain, ‘Alloh tak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi Alloh selalu memberi apa yang kita butuhkan’. Begitu juga dengan hubungan aku bersama dia. Jarak yang memisahkan membuat semuanya terasa begitu berat untuk diakhiri. Aku masih memahami kekurangan intensitas pertemuan antara aku dengan dia ketika kita masih dipisahkan oleh jarak. Namun aku merasa sangat dibodohi ketika aku kini berada sekota dengan dia, berada dekat dengan kehidupan dia terdahulu. Ketika aku menapakkan kaki dikota yang sering dia ceritakan dulu, aku malah menemukan kekosongan. Kepindahan dia dari kota ini membuat aku sangat terpukul. Membuat aku sangat membenci dia. Dia lah motivator terbesar buat aku setelah cita-citaku untuk bertahan dikota ini sekalipun jauh dari mama dan papa.
                Takdir berkata lain, semua yang terbayang akan terasa indah kini malah terasa sangat memilukan hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri episode kehidupanku dengan dia. Lelaki sebaya  pertama yang aku sayangi setulus hati, lelaki yang telah menjanjikan akan menjadi ayah dari anak-anaku kelak. Setumpuk sesal masih tersimpan, penyesalan bukan karena menyudahi hubungan itu, melainkan penyesalan dari ketidakadilan yang belum berpihak padaku dan dia.
                Kini aku sedang menatapi seikat mawar merah, putih dan kuning yang aku temukan didepan kamarku. Aku meyakini bunga itu dari dia. Bunga yang dulu dia janjikan akan dia berikan ketika aku untuk pertama kalinya akan bertemu dengan dia dikota yang sedang aku diami sekarang ini. Aku bertahan dikota ini dengan seribu bayangan dia yang tak akan pernah hilang. Aku berharap dia akan kembali membawa serpihan ceritanya bersamaku dan melanjutkan semua yang sempat tertunda. Kini hanyalah pesan-pesan yang datang secara tiba-tiba dan malah pending ketika aku membalasnya yang menemani hari-hariku akhir-akhir ini. Aku mengaguminya dengan segala kemisteriusannya. Aku sungguh menyayanginya jauh dari apa yang dia kira selama ini.

Tuesday, 25 September 2012

Feeling Guilty

Pernah merasa bersalah? Ya, sama halnya dengan penyesalan, merasa bersalah pun selalu datang terakhir. Setelah kejadian terjadi. Hal yang paling sering menyebabkan perasaan bersalah rata-rata timbul dari ucapan. Ucapan yang tentunya keluar begitu saja tanpa dikontrol. Entah itu ucapan yang berisi kemarahan, ejekan, celetak-celetuk, persetujuan atau bakan penolakan dll dll.

Monday, 10 September 2012

Till We Meet Again - Yoana Dianika

"Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali. Aku bilang, senyumannya waktu itu tak akan berarti apa-apa. Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa. Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu. Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu. Dan suatu hari, kami bertemu lagi. Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama. Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya. Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya. Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, “Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu.”
Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya.."

Sunday, 12 August 2012

Jangan terus mencari kebahagiaan

Adalah salah ketika kamu terus menerus mencari kebahagiaan, karena kebahagiaan seharusnya tak bergantung pada orang lain. Kebahagiaan seharusnya kamu ciptakan sendiri. Karena hey, "hidup ini tentangmu bukan tentang orang lain"-Mario Teguh. 

Ya, kesalahan itu yang menjadi salah satu alasan nggak ngeblog disini lagi. Rasa-rasanya kalau posting dari hati itu jatohnya malah menya-menye geleuh. Belum pernah jatohnya malah -keliatan- bahagia. Jadi sempet mikir juga, apa memang aku tak sebahagia itu? Ah tapi rasa-rasanya tidak. Tapi? Ya memang sempat disibukkan dengan beranggapan bahwa kebahagiaan aku ada ketika orang lain merasa bahagia karena aku juga sih. Dan itu salah, ya? 

Atau memang hanya karena aku yang pelit berbagi kebahagiaan? Pun rasanya tak seperti itu. Ah iya memang aku yang mungkin saja terlalu sibuk dengan mencari "kebahagiaan" di sosok orang lain. Dan juga terlalu sibuk melihat orang lain yang jauh bahagia tanpaku. Iya aku terlalu iri, kadang.

Tuesday, 17 July 2012

July Giveaway!


Alhamdulillah, ketemu lagi ini sama bulan Juli. Which is mean, bentar lagi aku umur 19 taun dong. Okay, emang aku tua. Yaudah sih ya semua orang juga bakal tua pada waktunya kok haha. Sudah sudah... di postingan kali ini aku nggak bakal ngebahas tentang "tua", nanti kamu marah, iya kamu! ;p. Tapi mau ngebahas sesuatu yang teramat penting. Pokoknya penting banget deh, apalagi untuk kamu, si Banci Gratisan! :D Jadi guys, blogger-blogger kece ini (Achter Online Shop sama Ideku Handmade) lagi bikin July giveaway, dan hadiahnya pun nggak cuma satu, tapi LIMA! Jarang-jarang kan ada orang yang ngasih hadiah lebih dari satu? Nah itulah hebatnya mereka.  Jadi kesempatan kamu untuk menang banyak deh guys. Mereka mau ngasih 1 Red AquaPix, 2 Mustache Necklaces, and 2 Mustache Rings. Tau nggak itu apa? Tau dong, pasti? Ini nih dikasih liat gambarnya biar bikin tambah ngiler.






How cute they are, right? So, tunggu apalagi? Ayo ikutaaaaaan! Kapan lagi sih ada kesempatan untuk ngedapetin barang-barang kayak diatas dengan gratisan. Diulang, GRATIS. 
Nah, ini info lebih lengkapnya, guys;

Hello readers, welcome back to our Giveaway.
July Giveaway sponsored by Achter Online Shop. Middy Stephanie, a lovely girl behind it, wants to give you 1 Red AquaPix, 2 Mustache Necklaces, and 2 Mustache Rings for 5 lucky readers.


How to win these cute little things?
1. Follow Ideku Handmade Blog
2. Follow Ideku Handmade Twitter
3. Follow Achter Online Shop Blog
4. Follow Achter Online Shop Twitter
5. Leave a comment about toy camera and put your e-mail
6. Put July Giveaway Button on your sidebar
7. Repost about this giveaway as much as you want

The 1st July Giveaway is open for Indonesian resident only. And I will sellect the winners randomly on July 19, 2012.
GOOD LUCK :)

SOURCE

Sunday, 26 February 2012

Semua gara-gara Internet

Siapa sih yang zaman secanggih ini nggak kenal sama internet? Pasti jarang sekali ditemukan. Ya, kecuali beberapa suku asli di Indonesia, mungkin. Dan gue sih entah kenapa yakin seyakin-yakinnya, diantara kalian yang lagi baca post ini pasti semuanya kenal sama internet, ‘kan? #yamenurutlo-__- . Well, buat yang pada belum kenal, cuma pengen ngasih tau aja nih, cepet-cepet kenalan sana! Banyak ruginya lho yang belum kenalan sama doi. Kenapa rugi? Karena internet itu memang baik banget. Doi ngasih berbagai macam keuntungan buat kita-kita. Mau tau apa aja keuntungannya? Beneran mau tau banget? Serius? Oke deh, kalau kalian maksa-maksa banget, ya mau apa dikata daripada gue disekap tujuh hari tujuh malam dan di siksa sampai buruk rupa, juga gak dikasih makan sama kalian, ya mending gue kasih tau aja.
1. Internet tahu segalanya
Lo bisa dapet segala informasi yang lo butuhkan dari internet. Mulai dari cari tugas, cari info atau berita terkini, cari tau informasi tentang seleb yang lo suka, cari pacar atau bahkan cari alamat. By the way, gue mikir aja gitu, mungkin Ayu Ting Ting termasuk salah seorang yang belum kenalan sama internet. Coba kalo dia udah kenalan sama internet, dia nggak bakal bingung nyari-nyari alamat, secara bisa pakai GPS.
2. Internet lahan bisnis
Buat lo yang senang berbisnis, lo pun bisa menggunakan internet sebagai perantaranya. Lo bisa buka Online Shop, bisa buka jasa pembuatan web atau logo, dan masih banyak lagi. Gara-gara internet pun, bisnis yang sekarang udah lo bangun bisa tambah sukses lagi dengan cara menyebarluaskannya di media social. Salah satu contohnya di Indonesia, ada produk Ma Icih (@infomaicih). Ma icih menjadi sangat fenomenal khususnya di kalangan remaja berkat twit-twitnya yang memang membuat pembaca menjadi penasaran.
3. Internet bikin kita Eksis
Lo bisa punya banyak sekali teman gara-gara internet. Lo bisa gunain Facebook, twitter, youtube atau situs-situs lainnya. Dan udah nggak aneh lagi, banyak orang yang mendadak eksis gara-gara situs-situs tersebut. Sebut saja Justin Bieber. Sekarang, siapa sih yang nggak kenal penyanyi cowok yang udah Go International itu? Ya, dia menjadi terkenal seperti sekarang, berkat Youtube. Atau di Indonesia saja, banyak yang eksis mendadak gara-gara internet. Raditya Dika, penulis komedi yang kini sangat terkenal karena blog nya. Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru, penyanyi bersaudara yang menjadi penyanyi terkenal berkat video-video nya di Youtube. Atau bahkan yang baru-baru ini, Arief Muhammad (@poconggg) si hantu gaul yang kini menjadi penulis fenomenal berkat twit-twit lucunya di Twitter.

So, kalau lo semua pengen eksis seperti mereka juga, tunjukan bakat yang lo punya dan sebar luaskan di internet. Tapi, lo juga harus pintar-pintar memilih provider untuk ber-internet ria. Jangan sampai salah provider, dan akhirnya membuat aktivitas ber-internet lo jadi ancur. Ya! Gue merekomendasikan salah satu provider terkenal di Indonesia yang bener-bener bisa mendukung aktivitas ber-internet lo. Yap, tiada lain dan tiada bukan, yaitu AXIS! Selain harganya yang sangat merakyat, lo juga bakal dibikin puas dengan pelayanannya. Dijamin nggak bakal lagi ada tuh cerita tentang seseorang yang dibikin bĂȘte karena koneksi yang loading nya seabad.


Sunday, 15 January 2012

Jati diri

Uhuk agak berat ya judulnya.
Entah ada badai apa gue mau posting yang beginian. Ya, tiba-tiba ide ini muncul gara-gara blogwalking juga sih #teuteup. Oke geng jadi ceritanya begini...... dengerin yak! eh salah, baca! awas aja kalo kagak dibaca, gue udah capek-capek ngetik kan. Hargai usaha gue dikit dong!!! *jleger* *kemudian memanas*. (si Heryanti lupa kalo ternyata yang nyasar kesininya pun nggak ada)

Jadi, tadi pagi gue ngabisin waktu jalan-jalan di internet. Gue buka mulai dari youtube yang nampilin video "the worst singer I've ever seen", sampe video salah seorang yang punya hobi gambar komik. Fyi, sepertinya gue buka ratusan video tadi pagi sampe-sampe ngabisin kuota cepet buat sebulan ini huwaaaaa *nangis kejer*. Oke back to the topic, nah gara-gara liat account nya si yang jago gambar itu, berakhirlah gue sama blognya yang isinya pun gambar-gambar. Gue jadi mikir, gue juga pengen bisa kayak gitu. Ngeliat suatu kejadian, terus digambar dalam versi komik.

Tapi geng, yang jadi masalahnya itu bukan hanya kali ini aja gue ngerasa pengen bisa kayak gitu, tapi setiap saat gue ngeliat orang lain yang jago dibidangnya, gue juga jadi suka pengen ikutan-ikutan kayak gitu. Misalnya abis baca blognya Diana Rikasari, gue tiba-tiba suka berandai-andai kalo gue bisa kayak dia, selera fashion nya bagus, pinter, good looking dll. Terus lagi, Raditya Dika yang punya lubang idung gede keahlian dibidang tulis menulis genre komedi. Atau Farah Farce, yang baru umur 16 tapi udah punya omset 38jt per bulan. Oke pokoknya kejadian ini tuh sering banget. Dan efek yang gue dapet tiada lain dan tiada bukan adalah berandai-andai nggak jelas.

Ya, gue yakinnya sih "mereka" yang sukses bikin gue ngiler stadium puncak itu adalah "mereka" yang udah nemuin jati dirinya sendiri. Yang udah bener-bener tahu hobi dan kelebihannya. Nah terus gue? YA ITU! gue rasa-rasanya belum menemukan jati diri gue yang sebenarnya itu kayak gimana, seperti apa, sehebat apa. Ngeliat orang bisa ini, mau. Ngeliat orang bisa itu, mau. Tapi gue sendirinya pun, belum tentu punya bakat di bidang itu. 
Gue juga kadang suka sadar, gue punya minat di bidang A, misalnya. Tapi ternyata sadar aja nggak cukup men, karena biasanya akhir-akhirnya frekuensi melakukan kegiatan yang diminatinya itu menjadi berkurang. Dan hasilnya? nggak jelas lagi...-,-. Nggak menghasilkan suatu karya luar biasa.

Pada akhirnya, aku mah tawakal ajah. Pasrah. Tapi aku akan tetap mencarimu, wahai jati diriku! *ngeluarin pedang* *salah skenario* *masukin lagi*. Sumpah, naon sih anjeun teh Heryanti? ........-____________-"

Saturday, 14 January 2012

Say Hello to 2012

Bonjour! Eh belum ngucapin selamat datang sama 2012 disini.  Meskipun gue tau, gue telat banget tapi.... boleh lah ya hahaha ;D. Oke, Welcome 2012.. semoga di tahun 2012 segala-gala-gala-gala-nya membaik. Semoga Heryanti nya nggak males lagi, nggak sedih-sedih lagi, nggak banyak ngeluh lagi, nggak banyak buang-buang waktu gak jelas lagi, pokoknya nggak ngelakuin hal yang negatif atau hal yang merugikan -lagi-. Aamiin. Yes, I am expecting so many good things in 2012. Nggak lupa juga mau ngucapin terimakasih untuk 2011 untuk semua pelajarannya, untuk semua senang-sedihnya, untuk semua kenangannya, pokoknya untuk semuamuamuanya. 

Well, honestly im not in the mood to post. So ya, udahan aja dulu ;) Intinya gue bakal membuat tahun 2012 gue penuh dengan hal-hal positif. 

Keep Fighting, Heryanti!